Fall in Silent at Tunisia

Bukan salahnya jika seorang turis mendadak tidak tahu dimana ia berada. Tempat seindah ini menjadikan seseorang lupa akan negaranya sendiri. Mungkin hanya aku seorang, indonesia adalah kulitku dan darahnya adalah semangatku. Aku berada di negeri seberang, bukan selangkah aku pergi. Namun untuk mencari sesuap pengalaman berharga aku berdiri.

Selamat pagi… aku mengucapkan salam waktu fajar menyingsing, dengan do’a,harapan, dan cita-cita aku tuangkan saat hafalan surat ad-dhuha kubacakan. Hai kota sidi bou said.. tempatku beristirahat dengan tumpukan mimpi aku tinggal. Pencapaianku sangatlah berat. Pagi ini aku melangkahkan bissmillah dengan meluruskan niat dengan hati, ikhlas akan tersenyum dan menjadi panutan percobaan dengan belajar memperbaiki diri.

namaku dawi, pencari mimpi di negeri orang. saat ini aku mengabdi di fakultas seni ESMAC ( Ecole Superieure Des Metiers Des Arts Appliques Et De La Culture ) di sinilah goresan seniku berawal. tepat saat dosen mengajarkan arti seni cultural. hidupku mulai terbiasa dengan masyarakat tunisia. mereka ramah dan sangat prinsipil, untuk menjadi pengobrak mimpi di daerah luar aku mengerti bahwa hidup memiliki tujuan dan arti. kali ini setiap lembar coretan kisah ini akan berakhir di halaman pertama.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s